Kedung Jiwa – Pondok Pesantren Kedung Jiwa Al-Arbain kembali menggelar pengajian umum yang menjadi agenda rutin dalam membina spiritualitas dan keilmuan umat. Kegiatan yang berlangsung pada [tanggal kegiatan] ini disambut antusias oleh santri, alumni, serta masyarakat sekitar yang datang dari berbagai penjuru daerah.
Pada kesempatan kali ini, pengajian mengangkat dua karya besar ulama klasik yang sarat dengan nilai-nilai moral dan spiritual, yaitu “Riyadus Sholihin” karya Imam Nawawi dan “Al-Hikam” karya Syaikh Ibn ‘Athaillah As-Sakandari. Keduanya merupakan kitab yang sangat populer di kalangan pesantren dan telah menjadi rujukan dalam pembinaan akhlak dan tasawuf.
Kitab Riyadus Sholihin dibahas secara mendalam oleh [nama kyai atau ustadz penceramah], yang menekankan pentingnya meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW melalui hadits-hadits yang disusun sistematis oleh Imam Nawawi. Dalam sesi ini, para jamaah diajak untuk menghidupkan kembali semangat amal sholeh dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Kitab Al-Hikam mengajak para peserta merenungi hakikat kehidupan dan hubungan antara hamba dan Tuhannya. Pesan-pesan hikmah seperti “Jangan bergantung pada amal, tapi bergantunglah pada rahmat Allah” menjadi pengingat yang dalam akan pentingnya keikhlasan dan tawakkal. Pembahasan kitab ini disampaikan dengan penuh keteduhan oleh [nama kyai atau ustadz penceramah], yang juga memberikan penjelasan kontekstual agar mudah dipahami oleh jamaah dari berbagai latar belakang.
Acara pengajian ini tidak hanya menjadi sarana menambah ilmu, namun juga momen muhasabah dan memperkuat ukhuwah antarwarga dan santri. Suasana khidmat menyelimuti sepanjang acara, dengan diselingi pembacaan sholawat, dzikir, dan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan umat Islam.
Pengasuh Ponpes Kedung Jiwa Al-Arbain, KH. Hasbiallah Hasyim, dalam sambutannya menyampaikan harapan agar pengajian seperti ini terus menjadi jembatan hati antara ilmu dan amal, serta menumbuhkan kecintaan pada ilmu-ilmu para ulama salaf.
“Semoga Allah memberi taufik kepada kita semua untuk dapat mengamalkan ilmu yang kita pelajari dan menjadikan hati kita selalu terhubung dengan cahaya hikmah,” ujar beliau.
Acara diakhiri dengan ramah tamah dan makan bersama, mempererat silaturahmi antarhadirin.


No responses yet